TOTABUANNATON.COM / MEROKETNYA harga Gas LPG ukuran 3 kilogram  dikisaran Rp 35 ribu per tabung membuat masyarakat menjerit. Padahal, harga normalnya ditingkat eceran hanya RP 20 ribu per tabung. Parahnya lagi, disamping harga yang mahal, barang ini pun sangat sulit untuk didapat.

SEJUMLAH masyarakat pun menuding hal ini terjadi karena adanya permainan oknum di masing-masing tingkatan. Baik itu di pangkalan, pengecer hingga petugas SPBE.

“Gas 3 kilogram ini harganya semakin melambung dan  makin sulit didapat. Padahal sudah ada aturannya” ujar  salah satu warga mogolaing  yang ingin membeli gas 3 kilogram di salah satu  pengecer tabung gas di Kelurahan mogolaing kotamobagu barat, kaget harga sampai 35 ribu.kamis (2/5/2019).

Tidak hanya sampai disitu, ia pun menyebut terkadang  kepala tabung gas dengan regulator yang dimiliki kurang cocok, sehingga butuh waktu lama untuk memastikan tabung gas yang baru dipasang itu aman dan tidak bocor. Belum lagi soal kepastian isi gas dalam tabung yang diperoleh apakah benar-benar ukurannya atau kurang.

”Kan masyarakat tidak tahu siapa yang ngukur dan apakah isinya sesuai 3 kilogram, Hal ini sangat penting untuk diluruskan oleh yang berwenang sehingga masyarakat tidak terus dirugikan” tegas salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

Warga menduga,kelangkaan persediaan dan melambungnya harga gas bersubsidi di kotamobagu akibat ulah pengusaha pangkalan yang menjual Gas bersubsidi kepada pengecer dan pengusaha.Gas bersubsidi yang di jual kepada pengecer dan pengusaha tersebut umumnya di atas harga eceran tertinggi,untuk gas bersubsidi di tingkat pangkalan. (luk)

 

Comments

comments

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *