TOTABUANNATON.COM / 07/03/2019/kamis – Bupati Bolaang Mongondow Menghadiri perayaan nyepi di sertai dengan pawai ogoh-ogoh sekaligus sebagai bupati Pemerintah kabupaten bolaang mongondow menyampaikan ucapan “selamat hari raya nyepi tahun baru saka 1941, kepada saudara-saudaraku umat hindu di kabupaten bolaang mongondow”, disertai doa dan harapan semoga kita semua senantiasa dalam lindungan tuhan yang maha kuasa, sang hyang widi wase, dan semoga dengan seluruh rangkaian perayaan hari raya nyepi ini, akan menjadikan saudara-saudaraku umat hindu sebagai pribadi yang selaras dengan tuhan yang maha kuasa, sekaligus menjadi individu yang lebih baik dalam menjalani kehidupan saat ini dan kehidupan di tahun-tahun selanjutnya.

Bupati Yasti memberikan pidato Sambutan perayaan Nyepi
Bupati Yasti memberikan pidato Sambutan perayaan Nyepi

Pawai ogoh-ogoh merupakan tradisi luhur umat hindu, yang merupakan kelanjutan dari upacara “tawur agung kesanga”, yaitu suatu ritual untuk mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Ogoh-ogoh merupakan simbol dari sifat angkara murka, kesombongan, keserakahan dan perilaku buruk yang ada pada diri manusia.

Artinya sifat-sifat buruk dan negatif itulah, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk ogoh-ogoh untuk diarak keliling desa, dengan maksud agar perilaku buruk dan negatif yang ada pada diri manusia, dapat ikut bersama ogoh-ogoh dan pada akhirnya akan terbakar habis, bersama dengan perilaku buruk tersebut.

Bupati Yasti Di sambut Masyarakat keturunan Bali Yang Bermukim di Wilayah Bolmong
Bupati Yasti Di sambut Masyarakat keturunan Bali Yang Bermukim di Wilayah Bolmong

Solidaritas dan toleransi yang tinggi tersebut, merupakan suatu kekuatan dan kekayaan bagi kita semua, untuk bergerak maju bersama-sama membangun kabupaten bolaang mongondow, dan saya yakin dari sekian banyak warga yang menyaksikan acara ini, terdiri dari berbagai etnis, budaya dan agama.

Hal ini merupakan suatu bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita umat hindu, yang sedang bergembira siap menyambut hari raya nyepi.Pada tanggal 7 maret 2019 besok, seluruh umat hindu akan merayakan hari raya nyepi, memasuki tahun baru saka 1941

Dalam suasana yang penuh bahagia ini, ada beberapa pesan dan harapan sekaligus ajakan yang ingin saya sampaikan kepada kita semua yang hadir saat ini, yaitu : umat hindu di kabupaten bolaang mongondow, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan kehidupan di daerah tercinta ini, bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat yang ada, telah berupaya memberikan yang terbaik bagi pembangunan.

Bupati Yasti membunyikan Gong,Tandanya perayaan ogoh-ogoh di mulai
Bupati Yasti membunyikan Gong,Tandanya perayaan ogoh-ogoh di mulai

Untuk itu, saudara-saudaraku umat hindu yang berasal dari provinsi bali, yang telah lama tinggal dan menetap serta berbaur di daerah ini, kembali saya ingatkan untuk jangan lagi menyebut diri sebagai orang bali, tetapi harus menyebut diri “orang bolaang mongondow yang berasal dari provinsi bali”.

Saya menyatakan demikian, karena kita semua adalah satu-kesatuan masyarakat bolaang mongondow yang sangat menjunjung tinggi moto leluhur kita, yaitu mototompiaan, mototabian, bo mototanoban.

 

 

Bupati Yasti Melepas Pawai ogoh-ogoh
Bupati Yasti Melepas Pawai ogoh-ogoh

Oleh karena itu, kita semua patut berbangga dan bersyukur atas suasana yang penuh dengan kepedulian dan toleransi ini, dan semoga keharmonisan ini dapat terus dijaga dan dipelihara, sehingga akan terwujud masyarakat kabupaten bolaang mongondow yang semakin rukun, damai dan sejahtera.

( ADVETORIAL )

Comments

comments

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *