TOTABUANNATON.COM / BOLMONG – Rona wajah memerah menahan tangis, tak bisa lagi disembunyikan oleh ratusan warga dua kelompok dari Desa Toruakat dan Desa Pusian, Kamis (10/10).

Kedua kelompok massa yang sudah sepekan  saling serang itu, akhirnya mengambil keputusan untuk pelukan dalam damai. Tak lagi terlihat pembeda, layaknya dua rumpun yang dalam sejarahnya, pernah satu desa sebelum mekar tahun 1070-an silam.

Sesekali terdengar cecegukan ringan, tangis histeris. “Torang Samua Basudara,” seruan yang berkali-kali terdengar dalam deklararasi damai dua kelomopok itu.

Difasilitasi Pemkab Bolmong bersama aparat kepolisian dari Polres Kotamobagu, ratusan warga mulai dari pemuda hingga tokoh setempat, berkumpul di halaman rumah yang berdiri tepat di batas dua kampung itu.

Di hadapan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow diwakili Asisten Satu Derek Panambunan, Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan, utusan Polda Sulut, dan tokoh lainnya, dua pemuda perwakilan dua desa mengumandangkan ikrar Deklarasi Damai dengan lantangnya.

Asisten Satu Pemkab Bolmong Derek Panambunan seakan tak percaya, bertanya kembali ke warga begitu juga diserukan Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan. “Apakah benar-benar ingin berdamai,” kata keduanya.

“Yaaa..!!!” sahut warga yang duduk membaur di hadapan mereka.

Gani mengatakan, deklarasi damai yang digelar ini murni merupakan keinginan masyarakat. “Keinginan masyarakatnya, pak kami kalau bisa secepatnya berdamai. Ya sudah kita lakukan. Tidak ada gunanya aparat bilang damai-damai tapi kalau dari hati masyarakat tidak ingin damai, tidak ada gunanya,” kata dia.

Setelah ini, lanjut dia, akan dilakukan juga di wilayah lainnya yang berkonflik tapi menginginkan kedamaian. “Mereka sudah capek. Ke pasar takut, anak tidak sekolah, korban juga banyak, rumah hancur, karena mereka itu saudara juga,” kata Gani.

Makanya aku dia, kepolisian akan memberikan tindakan tegas kepada tindakan yang mengarah pada upaya provokasi sampai menemukan aktor dan pelakunya.

“Saya akan tindak tegas. Sekarang banyak oknum yang melakukan penganiayaan dan lari. Pake topeng gunakan sepeda motor, lari. Padahal, masyarakat tidak mengerti apa-apa. Ini ada apa?” ungkapnya.

Pasca deklarasi itu, situasi mulai kondusif, meski pengamanan masih dilakukan oleh petugas kepolisian untuk berjaga-jaga dan menciptakan keamanan dan kenyamanan warga.

Diketahui sehari sebelumnya, kepolisian juga telah melakukan razia senjata tajam, di dua desa tersebut, dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa tombak, parang, senapan angin, kenalpot bising, dan lainnya.

DEKLARASI DAMAI

“Kami masyarakat Desa Toruakat dan Desa Pusian Bersatu akan melupakan semua permasalahan yang telah terjadi selama ini, dan bersedia/berjanji untuk hidup berdampingan rukun dan damai dalam semboyan Torang Samua Basudara, Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban”.

KESEPAKATAN BERSAMA:
1. Berdamai dan hidup rukun tentram.
2. Bila terjadi masalah individu tidak akan melibatkan keluarga dan masyarakat, diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.
3. Bersama-sama dengan aparat menjaga keamanan, mengimbau anak muda dan remaja tidak melakukan tindakan melawan hukum.
4. Membantu aparat penegak hukum untuk melakukan razia miras, sajam, dan knalpot bising secara berkesinambungan.
5. Akan bijak dan berhati-hati di dalam menggunakan medsos.
6. Polisi akan menempatkan pospol dan mengusut tuntas kasus penganiayaan sesuai dengan hukum yang berlaku.
7. Pemkab Bolmong akan memberikan bantuan/santunan kepada warga yang menjadi korban konflik yang terjadi pada 4 Oktober lalu.

(**)

Comments

comments

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *