TOTABUANNATON.COM / BOLMONG /Rabu/ 10/4/2019/Dinas pemukiman dan perumahan rakyat kabupaten bolaang mongondow segera menyalurkan bantuan rumah tidak layak huni

Di bawah kepemimpinan bupati bolaang mongondow yasti supredjo mokoagow masyarakat terus menerus mendapat perhatian dan merasakan bantuan.

Di tahun ini melalui dinas pemukiman dan perumahan rakyat masyarakat kembali mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni,atau (RTLH) menjadi (RLH),bantuan RTLH pada tahun ini sebanyak 390 unit RTLH yang akan segera di salurkan di beberapa kecamatan di kabupaten bolmong,yaitu kecamatan bolaang,kecamatan lolak,kecamatan sangtombolang,kecamatan lolayan dan dumoga raya,dan anggaran ini sumber dananya berasal dari APBD.

Kepala dinas pemukiman dan perumahan rakyat kabupaten bolaang mongondow melalui kabid perumahan anhar pasambuna ST ,mengatakan bantuan yang akan di berikan ini berupa bahan bahan bangunan bukan berupa uang yang jumlah nominalnya terbilang tuju belas juta setengah,dua juta setengah untuk upah pembuatan dan lima belas juta lagi untuk pembelian bahan bahan pembuatan rumah,berupa sen,kayu batu pasir dan lainnya dan untuk upah akan di kirim langsung ke rekening penerima bantuan tersebut dan cara tehknis pekerjaan rumah bantuan ini di tambah dengan swadaya penerima bantuan tersebut.

untuk tahap awal dinas pemukiman dan perumahan rakyat akan memberikan sosialisasi kepada calon penerima kemudian calon penerima akan membuka rekening sendiri,rekening ini untuk penyaluran dana upah sebesar dua juta setengah,dan untuk sekarang ini dinas terkait masih dalam penyusunan administrasinya dan rencananya minggu depan akan melakukan sosialisasi mulai dari kecamatan passi.

Dengan adanya bantuan dana ini bisa menjadi perangsang bagi penerima bantuan tersebut sehingga bisa menambah semangat untuk bekerja sama dalam pekerjaan pembuatam rumah RTLH sesama penerima bantuan tersebut.

Kedepan berharap agar masyarkat sesama penerima bantuan RTLH ini bisa bekerja sama dalam pekerjaan tersebut sehingga bisa mengurangi beban dalam pekerjaan rumah RTLH menjadi RLH,karena mengingat dengan dana tersebut yang mungkin belum mencukupi dalam pembutan rumah sesuai keinginan masyarakat karena tidak semua di biayai oleh APBD”tukasnya” (hendra)

Comments

comments

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *